Mengapa laba masih turun meski pengiriman pulih?

  • Laba bersih GEM pada kuartal ketiga 2026 sebesar 137 juta yuan, turun 56% dibandingkan tahun sebelumnya dan sesuai dengan perkiraan Morgan Stanley. Bank tersebut menilai harga nikel, kobalt, dan tungsten yang lebih rendah, biaya sulfur yang tinggi, serta persaingan yang semakin ketat menekan kinerja kuartalan.
  • Laba bersih selama tiga kuartal pertama sebesar 1,21 miliar yuan, naik 9% dibandingkan tahun sebelumnya; laba bersih berulang selama periode yang sama sebesar 580 juta yuan, turun 29% dibandingkan tahun sebelumnya. Pada kuartal ketiga saja, laba bersih berulang sebesar 101 juta yuan, turun 9% dibandingkan tahun sebelumnya, tetapi membaik dari kondisi sekitar titik impas pada kuartal kedua.

Sejauh mana pengiriman nikel dan prekursor pulih?

  • Termasuk proyek usaha patungan, pengiriman proyek nikel di Indonesia mencapai 30,8 ribu ton pada kuartal ketiga, naik 318% dibandingkan kuartal sebelumnya dan kembali ke tingkat produksi normal setelah mengalami gangguan pada kuartal pertama; namun, pengiriman masih turun 14% dibandingkan tahun sebelumnya.
  • Pengiriman prekursor terner melampaui 92 ribu ton selama tiga kuartal pertama. Morgan Stanley memperkirakan pengiriman kuartal ketiga sekitar 32 ribu ton, naik 28% dibandingkan kuartal sebelumnya dan turun 6% dibandingkan tahun sebelumnya.
  • Produksi kobalt proyek di Indonesia, termasuk proyek usaha patungan, mencapai 5500 ton selama tiga kuartal pertama, turun sekitar 16% dibandingkan tahun sebelumnya; produksi kuartal ketiga sebesar 2900 ton, relatif sama dengan periode yang sama tahun sebelumnya.

Kondisi apa yang dihadapi pada kuartal keempat dan oleh proyek nikel baru?

  • Morgan Stanley memperkirakan tekanan harga logam berlanjut pada kuartal keempat 2026; meskipun harga sulfur telah sedikit turun, biayanya masih tinggi dan dapat membatasi pertumbuhan lebih lanjut pengiriman nikel.
  • Proyek IGIP GEM di Indonesia memiliki kapasitas produksi nikel sebesar 90 ribu ton. Pembangunan dijadwalkan selesai pada akhir 2026, dan produksi akan dimulai pada semester pertama 2027. Kemajuan proyek, harga nikel dan kobalt, serta volume penjualan prekursor merupakan variabel utama dalam penilaian bank tersebut.

Bagaimana Morgan Stanley menentukan valuasinya?

  • Morgan Stanley memberikan peringkat Underweight untuk GEM, dengan target harga 6.00 yuan per saham; harga penutupan pada 26 Oktober 2026 yang tercantum dalam laporan adalah 5.85 yuan.
  • Target harga menggunakan model arus kas terdiskonto yang mencakup proyeksi laba hingga 2030, dengan asumsi biaya ekuitas sebesar 12,2% dan tingkat pertumbuhan perpetuitas sebesar 3%. Variabel kenaikan yang disebutkan bank tersebut meliputi harga nikel dan kobalt, volume penjualan prekursor, serta produksi proyek nikel hulu yang lebih baik daripada perkiraan; perubahan sebaliknya merupakan risiko penurunan.